Teknologi

Teknologi Baru Yang Dapat Membawa Kita Ke Mars

Ingin tinggal di Mars? Yuk simak lengkap pembahasan keberangkatan manusia ke Mars disini!
Ilustrasi Planet Mars dan Bulan jika jaraknya sangat dekat dengan Bumi

Carijawaban.id | Siapa yang ingin ke Mars? Apakah kamu? Jika kamu orangnya, kamu tidak perlu kuatir! Karena sudah ada teknologi yang menopang kita untuk pergi ke Mars. 😀

Karena estimasi keberangkatan manusia ke Mars sebentar lagi lho! Yuk Simak lengkap bersama kami disini.

Dengan kendala budget NASA yang terbatas saat ini, kemungkinan kita akan dapat pergi ke Mars sekitar tahun 2039. Namun itu pun masih dapat berubah tergantung situasi yang ada.

Kemudian White House ingin agensi luar angkasa melakukan eksplorasi di Bulan pada tahun 2024, dalam program yang bernama Artemis.

Artemis Program - Moon Exploration
Artemis Program – Moon Exploration

Jika kita ingin membuat perjalanan dari Bumi ke Mars, atau perjalanan ke tempat yang lebih jauh dari Mars, kita memerlukan banyak teknologi baru yang mendukung untuk itu.

Para Engineer atau Insinyur, sedang melakukan banyak upaya untuk menciptakan teknologi-teknologi terbaru yang revolusioner, yang dapat membantu kita melintasi tata surya kita dengan waktu yang lebih singkat.

Jalur Orbit antara Bumi dan Mars harus mengelilingi Matahari, dan jarak antara Bumi dan Mars bervariasi di 54,6 juta KM hingga 401 juta KM.

Misi-misi ke Mars dilakukan ketika kedua planet yaitu Bumi dan Mars berada dalam posisi terdekat.

Meski posisinya sudah dalam kondisi terdekat, namun tetap membutuhkan kurang lebih 9 bulan untuk kita dapat mencapai Mars menggunakan teknologi standar yang ada saat ini..

Nah lalu teknologi seperti apa yang kita butuhkan untuk membantu misi ke Mars ini? Ayo kita simak sekarang!

Solar Electronic Propulsion

Teknologi Solar Electronic Propulsion ini pasti akan sangat berguna untuk mengirim kargo ke Mars terlebih dahulu, sebelum manusia tiba di Mars.

Teknologi ini akan memastikan kebutuhan manusia terpenuhi, dan siap digunakan ketika manusia tiba di Mars, menurut Dr Jeff Sheehy, yang merupakan Chief Engineer dari NASA Space Technology Mission Directorate.

Cara kerja teknologi ini adalah mengubah Energi Panas yang dipancarkan matahari menjadi Energi Listrik, yang diambil oleh Panel Surya yang terbentang di badan pesawat luar angkasa.

Nama alat dari implementasi teknologi ini disebut Hall Thruster.

Aerojet Rocketdyne is working on a Hall Thruster for the lunar Gateway
Aerojet Rocketdyne is working on a Hall Thruster for the lunar Gateway

Terdapat pro dan kontra dari teknologi ini, disatu sisi kita harus menimalisir ukuran tangki bahan bakar untuk membuat berat pesawat luar angkasa menjadi lebih ringan.

Namun disisi lain, itu membuat waktu yang dibutuhkan pesawat luar angkasa menjadi lebih lama untuk mencapai tujuannya.

Menurut Dr Jeff Sheehy, untuk membawa seluruh kebutuhan manusia di Mars, dibutuhkan waktu sekitar 2 hingga 2,5 tahun agar kargo dapat tiba di Mars.

Oleh karena itu, teknologi lain diperlukan untuk menjadi alternatif dari Solar Electronic Propulsion ini. 🙂

Nuclear Thermal Electric Propulsion

Ide lain untuk solusi penerbangan Bumi ke Mars adalah dengan menggunakan roket kimia ketika lepas landas dari Bumi dengan menggunakan kapsul ORION milik NASA, kemudian para astronot singgah di Gateway (Mini Station in Lunar Orbit).

Ketika ORION sudah terhubung dengan Gateway, Nuclear Thermal Electric Propulsion digunakan untuk melanjutkan perjalanan para astronot ke Mars.

Dalam proses Nuclear Thermal Electric Propulsion, reaktor nuklir kecil memanaskan hidrogen cair, kemudian gas dari hasil pemanasan tersebut menjadi pendorong roket untuk maju.

Dengan solusi ini, kita bisa mencapai waktu yang lebih singkat daripada menggunakan Solar Electronic Propulsion, namun terdapat resiko yang cukup berbahaya.

Resikonya adalah radiasi nuklir yang bisa terpapar ke kru pesawat.

The Orion crew module docking with Gateway in Lunar Orbit
The Orion crew module docking with Gateway in Lunar Orbit

Electric Ion Propulsion

Solusi ketiga adalah dengan Electric Ion Propulsion, dimana cara kerja teknologi ini adalah memberi daya dorong dengan melakukan akselerasi ion dengan menggunakan listrik.

Hal ini sudah digunakan untuk menyalakan satelit di luar angkasa. Meski hanya menghasilkan daya dorong yang relatif kecil, seperti pengering rambut, dan memiliki percepatan yang kecil.

Namun jika diberikan waktu yang cukup, kita dapat mendapatkan kecepatan yang kita inginkan melalui teknologi ini.

Kesimpulan

Meski teknologi baru diatas merupakan alternatif yang cukup baik dari teknologi yang sudah ada sekarang, namun penggunaan roket kimia cair masih menjadi landasan untuk seluruh misi manusia ke luar angkasa.

Karena sebenarnya teknologi yang kita miliki sekarang sudah cukup untuk membawa manusia ke Mars, hanya saja sumber daya yang dibutuhkan cukup besar. Sedangkan harapannya dari kemajuan teknologi yang baru adalah memberikan solusi yang lebih baik.

Mengurangi penggunaan sumber daya, namun memberikan dampak yang lebih besar untuk kontribusi misi manusia ke Mars. Bisa dibilang, persiapkan yang lebih daripada yang seharusnya, jika kita memang bisa.

Lebih baik kelebihan daripada kekurangan rencana. 🙂

Sekian dari kami, semoga kamu menyukai artikel ini. Jangan lupa follow ya!

Salam hangat dari kami! 🙂 🙂 🙂

Tinggalkan Balasan