Teknologi Umum

Perbedaan Data Analyst dan Data Scientist Dalam Data Science

Ingin mengenal lebih dalam mengenai Data Science, Data Analyst, dan Data Scientist? Yuk simak bersama kami disini!
Apa itu Data Science?
Apa itu Data Science?

CariJawaban.id | Kalian sering mendengar istilah Data Analyst dan Data Scientist dalam Data Science, namun masih belum mengerti apa bedanya? Yuk kita simak bersama kami disini.

Mari kita bahas Data Science itu sendiri, Data science adalah ilmu yang menggabungkan matematika, statisika dengan ilmu komputer dengan tujuan analisa data (data analysis) dari suatu himpunan data baik skala kecil (sampel) maupun besar (populasi) dengan mengaplikasikan algoritma tertentu untuk tujuan menggali data (data mining) dan mendapatkan pola data serta dapat melakukan prediksi data (prediction) dengan cukup akurat yang dapat membantu dalam pengambilan keputusan dan dapat digunakan untuk membuat sistem yang cerdas (AI) yang dapat terus belajar dengan sendirinya (machine learning).

Meski nampak memiliki nama yang serupa, kedua jenis perkerjaan ini ternyata tetap memiliki perbedaan. Data Scientist memproses data menggunakan beberbagai cara dan algoritma untuk menemukan solusi, sedangkan Data Analyst bertanggung jawab dalam menghasilkan laporan hasil terjemahan data angka, sehingga mudah dimengerti.

Agar dapat memberimu informasi lebih jelas, berikut ini adalah penjelasan lanjut tentang perbedaan dan persamaan antara Data Scientist dan Data Analyst.

Perbedaan antara Data Scientist dan Data Analyst

Berikut perbedaan mendasar Data Scientist dan Data Analyst bila dilihat dari tugasnya, 

Data Scientist

Data scienctist melakukan proses analisis data menggunakan berbagai cara dan algoritme untuk menemukan solusi dari suatu masalah yang rumit. Data Scientist mengombinasikan beberapa pasang data untuk mengungkap suatu pola.

Contohnya, kebiasaan dan preferensi konsumen. Pola yang dicari ini nantinya dapat digunakan sebagai acuan untuk memprediksi pergerakan bisnis suatu produk.

Amazon, misalnya, menggunakan data penggunanya untuk menentukan produk yang akan disarankan pada setiap pengguna. Untuk merekomendasikan produk ini, dibutuhkan beberapa kemampuan khusus, di antaranya pemahaman statistika, pemrograman, dan pengetahuan bisnis.

Statistik merupakan inti dari Data Scientist. Bidang ini membutuhkan orang-orang yang memiliki kapasitas untuk mengungkap sebuah tren menggunakan data yang jumlahnya bisa lebih dari satu juta baris.

Selain itu, kemampuan pemrograman juga dibutuhkan untuk mengubah kumpulan data yang masih berbentuk bahasa pemrograman tadi menjadi sesuatu yang lebih mudah untuk dibaca dan dipahami orang awam.

Seorang Data Scientist juga membutuhkan pengetahuan bisnis agar dapat memenuhi tujuan perusahaan. Pada akhirnya, seorang Data Scientist akan menghasilkan data product seperti sistem rekomendasi yang dimiliki Amazon untuk para calon konsumennya.

Data Analyst

Meski memiliki nama yang berbeda, pekerjaan Data Analyst ternyata memiliki persamaan dengan Data Scientist. Seorang Data Analyst juga bertugas untuk menganalisis data dan mendapatkan pengetahuan baru dari sana. 

Perbedaannya, seorang Data Scientist diperlukan bila perusahaan sudah memiliki data pada volume besar tertentu dan membutuhkan bantuan untuk menganalisisnya sebelum menghasilkan data product.

Seorang Data Analyst memang tidak dituntut untuk mengerti seluk beluk dunia pemrograman namun, menjadi nilai plus bila ia mengetahuinya.

Selebihnya Data Analyst juga tetap harus memahami statistik dan operasi bisnis karena seorang Data Analyst biasanya diminta untuk menghasilkan laporan atau presentasi yang merupakan intisari dari kinerja perusahaan.

Karena cakupan tugasnya yang tidak lebih banyak dari Data Scientist, terkadang Data Analyst kerap disebut juga sebagai junior Data Scientist. 

Mereka yang tertarik untuk mengembangkan karir biasanya akan berpindah haluan dari Data Analyst ke Data Scientist dengan melanjutkan study. 

Persamaan antara Data Scientist dan Data Analyst 

Di samping perbedaan-perbedaan yang ada, ada pula beberapa kesamaan yang harus dimiliki seorang Data Scientist maupun Data Analyst, antara lain:

  • Keduanya harus memiliki kemampuan statistik yang kuat, terbiasa dengan perangkat lunak pengolah data seperti My SQL, Cassandra, atau Hadoop.
  • Keduanya diharapkan mampu memahami bahasa pemrograman, terutama bagi Data Scientist dan dapat menggunakan data-data tadi untuk menggali informasi lebih dalam demi perkembangan bisnis perusahaan.

Skills yang dibutuhkan Data Scientist dan Data Analyst 

Untuk menjalani pekerjaannya dengan efektif, masing-masing Data Scientist dan Data Analyst harus menguasai beberapa skill tertentu.

Skills yang dibutuhkan Data Scientist 

Beberapa skills Data Scientist yang harus  dimiliki: 

  • Pemahaman yang baik mengenai machine learning dan algoritma  seperti k-NN, Naive Bayes, SVM, Decision Forests dan lainnya
  • Memiliki pengalaman dengan toolkit seperti R, Weka, NumPy, MatLab dan lainnya
  • Mahir dalam SQL, Hive, Pig
  • Pengalaman dalam database seperti SQL, Hive, Pig
  • Mahir dalam menggunakan NoSQL database, seperti MongoDB, Cassandra, Hbase
  • Memiliki keahlian statistik terapan yang baik seperti distribusi, pengujian statistik, regresi dan lainnya
  • Memiliki keterampilan scripting dan programming
  • Orientasi pada data
  • Pemahaman mengenai bisnis
  • Kemampuan komunikasi yang baik 
  • Kemampuan leadership dan bekerja dalam tim yang baik 

Skills yang dibutuhkan Data Analyst

Sementara itu umumnya seorang Data Analyst perlu memiliki beberapa skills seperti: 

  • Memiliki kemampuan matematis yang mumpuni
  • Memiliki kemampuan dalam mengolah data
  • Kemampuan analisa yang baik 
  • Kemampuan komunikasi yang baik (lisan maupun tulisan) 
  • Kemampuan berpikir kritis
  • Perhatian pada detail

Gaji Data Scientist dan Data Analyst 

Berdasarkan data pada tahun 2018, diketahui bahwa rata-rata gaji untuk Data Scientist dengan pengalaman hingga 2 tahun ada pada kisaran Rp 14.000.000, untuk yang berpengalaman 2- 5 tahun berada pada angka Rp 18.000.000, sementara untuk Data Scientist dengan pengalaman lebih dari 5 tahun kisarannya ada pada angka Rp 19.000.000. 

Sementara itu, berdasarkan data yang sama diketahui bahwa Data Analyst dengan pengalaman hingga dua tahun ada pada kisaran angka Rp 14.600.000, sedangkan untuk yang berpengalaman 2 hingga 5 tahun berada pada kisaran Rp 18.000.000, dan untuk Data Analyst dengan total pengalaman lebih dari 5 tahun memiliki kisaran gaji Rp 19.000.000

Dengan mengetahui ulasan di atas, kini kamu sudah tahu perbedaan dan persamaan antara keduanya, kan?

Jika kamu tertarik untuk mendapatkan tawaran menjadi seorang Data Scientist atau Data Analyst, cobalah untuk mendaftarkan dirimu di situs talent marketplace. Dengan mendaftarkan dirimu, kamu akan lebih mudah ditemukan oleh perusahan yang memungkinkan kamu untuk terus mengembangkan dirimu.


Simak informasi menarik lainnya hanya di CariJawaban.id!

Tinggalkan Balasan