Hiburan Umum

Setelah Lama Di Blokir Telkom, Akhirnya Netflix Dapat Diakses Kembali

Netflix, layanan nonton berbayar dari amerika serikat belum lama ini dapat diakses kembali setelah lama di blokir telkom
Netflix and Chill
Netflix and Chill

CariJawaban.id | Netflix, ya.. Apa itu Netflix ? Netflix adalah layanan yang memungkinkan pengguna menonton tayangan kesukaan di mana pun, kapan pun, dan hampir lewat medium apa pun (smartphone, smartTV, tablet, PC, dan laptop). Ibarat nonton bioskop namun dapat melalui Smart TV atau Internet + Laptop.

Mirip langganan televisi berbayar (cable tv), Netflix bersih dari iklan, penonton tak perlu menunggu jadwal penayangan serial televisi, dan bisa menentukan sendiri konten yang ingin dinikmati. Kemudahan itu dibayar dengan harga berlangganan relatif murah. Mulai dari Rp 109.000, pengguna bisa mengakses koleksi film dan serial televisi yang terhimpun dalam perpustakaan Netflix.

Syarat mutlaknya, pengguna harus memiliki jaringan internet yang mumpuni dan sebaiknya dengan kuota tak terbatas. Sebab, Netflix mengusung mekanisme streaming.  

Lalu apa bedanya Netflix dengan layanan streaming serupa seperti Google Play Movies, iFlix, dan HOOQ? Pertama, Netflix adalah pelopor layanan sewa film online. Didirikan sejak 1997, Netflix mengakomodasi arsip film paling lengkap dengan wilayah pengoperasian terbanyak. Seiring tingginya penetrasi internet, layanan-layanan serupa bermunculan dengan beberapa modifikasi dan signifikansi pasar.   Misalnya Google Play Movies yang khusus menyasar pengguna Android dan Chrome. Mekanismenya pay-per-view atau membayar tiap menonton satu film. Sementara Netflix merupakan layanan on-demand atau membayar langganan secara bulanan tanpa batasan film yang ditonton.

iFlix dan HOOQ lebih mirip dengan Netflix. Bedanya, HOOQ fokus pada pasar lokal Filipina. Sementara iFlix lebih luas dengan jangkauan di Filipina dan Malaysia. Netflix sendiri sudah tersedia di 190 negara, termasuk Indonesia. Hingga akhir tahun ini, layanan yang didirikan Marc Randolph and Reed Hastings tersebut menargetkan 200 negara bisa menjajal Netflix.

Untuk pasar Indonesia, ada tiga jenis layanan Netflix yang bisa dinikmati. Layanan tersebut adalah Basic, Standard, dan Premium. Perbedaan antara tiap paket terletak pada resolusi gambar film dan jumlah perangkat yang bisa digunakan lewat sebuah akun Netflix secara bersamaan. Untuk mendaftar akun Netflix, pengguna harus memasukkan informasi kartu kredit. Selama satu bulan ini, Netflix memberlakukan promo gratis bagi pasar Indonesia.

Pemblokiran Netflix
Pemblokiran Netflix

Awal Pemblokiran Netflix

Hampir empat tahun setelah Netflix hadir di Indonesia, pelanggan Telkom Group masih belum bisa mengakses Netflix. Ini dialami oleh pengguna Indihome, Telkomsel, ataupun Wifi.id. Telkom Group memang telah memblokir Netflix sejak 2016, tahun yang sama saat Netflix masuk Indonesia untuk pertama kalinya. Pemblokiran Netflix bukan tanpa alasan. Direktur Bisnis Digital Telkom Indonesia Faizal Djoemadi mengatakan, Telkom tidak bermaksud menganaktirikan Netflix dengan platform streaming lain, seperti Iflix atau Hooq. “Semua pemain over the top (OTT) diperlakukan sama, tanpa pengecualian, pun dengan Netflix,” kata Faizal. Dari segi bisnis, ia mengatakan, sebenarnya sudah ada kesepakatan untuk bagi hasil. Namun, ada satu hal yang masih mengganjal dan belum menemukan titik sepakat, yakni tentang konten.

“Tapi, Netflix tidak mau memenuhi satu persyaratan itu, yakni menarik konten bermasalah dalam 24 jam,” jelas Faizal dalam sebuah wawancara dengan KRAsia. Hal itu juga menjadi alasan utama Telkom Group memblokir Netflix pada 2016 lalu. Dian Rachmawan, Direktur Consumer PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) saat itu, mengatakan bahwa Netflix tidak memiliki izin atau tidak sesuai aturan di Indonesia. Netflix, kata Dian, banyak memuat konten yang tidak diperbolehkan di Indonesia, termasuk pornografi.

Sementara Faizal kemudian membandingkan Netflix dengan layanan HBO. Apabila ada konten HBO yang dikomplain masyarakat, seperti muatan pornografi atau kekerasan, Telkom akan meminta HBO untuk menarik konten tersebut dan mereka bersedia memenuhinya.

Lantas, apabila perkara konten, mengapa Netflix masih bisa diakses operator lain? Faizal mengatakan, masing-masing ISP memiliki kepentingan dan strategi bisnis yang berbeda.

Apabila mereka membuka akses Netflix atau OTT lain, itu artinya mereka mengeruk pendapatan besarnya hanya dari layanan data. Tetapi, tidak dengan Telkom yang memiliki sederet produk layanan digital. “Kami menggabungkan konten dengan layanan digital kami. Karena itulah, sudah menjadi kewajiban Telkom untuk memastikan tidak ada konten berbahaya di produk kami,” terang Faizal.

Salah satu produk layanan yang dimaksud adalah paket hiburan MAXstream yang di dalamnya menawarkan tayangan film dan serial dari platform streaming, seperti Iflix, Hooq, Catchplay, dan Viu.

Nonton Netflix
Nonton Netflix

Pembukaan Akses Netflix Oleh Telkom

Setelah lama diblokir, beberapa waktu lalu Telkom Group berjanji akan segera membuka blokir layanan Netflix. Akhirnya janji itu ditepati. Pelanggan layanan internet IndiHome dan pengguna operator seluler Telkomsel melaporkan sudah bisa mengakses Netflix saat ini. Sejak Selasa (7/7/2020) pagi, sejumlah pengguna IndiHome mengaku bisa mengakses Netflix lewat IndiHome. Meskipun demikian, sejumlah pengguna mengaku belum bisa mengaksesnya.

Layanan streaming film Netflix sudah bisa diakses secara luas melalui jaringan internet Indihome pada Selasa siang, mulai pukul 12.00 WIB. Sementara pengguna Telkomsel baru bisa mengakses Netflix sekitar pukul 13.30 WIB. Netflix sudah bisa menampilkan menu awal dan menayangkan film-film yang kami pilih. Begitu pula saat menggunakan internet seluler Telkomsel. Netflix sudah bisa diakses baik melalui aplikasi, mobile web, maupun lewat metode tethering ke perangkat komputer.

Alasan Netflix Dibuka Kembali

Netflix menyepakati komitmen kepatuhan pada “Self Regulatory Code for Subscription Video on Demand Industry in ASEAN” di mana salah satu kesepakatannya adalah untuk tidak menayangkan prohibited content yakni konten yang melanggar hak cipta, mengandung pornografi anak, terorisme dan melanggar Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) serta yang mendiskreditkan kelompok masyarakat tertentu.

Executive Director Indonesia ICT Institute Heru Sutadi menduga Telkom membuka blokir Netflix lantaran lanskap bisnis menonton berubah sejak kehadiran YouTube dan kemudian Netflix. Dengan Covid-19 ini perubahan makin besar dan ada pergeseran signifikan dari nonton di bioskop ke gadget.

Faktor lainnya, kemungkinan karena pemerintah sudah mengeluarkan kebijakan soal perpajakan bagi perusahaan over the top (OTT). Namun memang, persoalan Netflix bukan cuma perpajakan, badan usaha tetap di Indonesia dan konten menjadi hal yang juga masih mengusik keberadaan Netflix masuk ke Indonesia.

Tinggalkan Balasan